Showing posts with label my life. Show all posts
Showing posts with label my life. Show all posts

Saturday, July 2, 2011

Perayaan Isra Miraj di KJRI Karachi

What a lovely night I had...

Meskipun datang telat tapi menikmati silaturahmi begitu menyentuh. Kali ini momentnya adalah Perayaan Isra Mi'raj di KJRI Karachi... Ini  kali pertama saya menghadiri perayaan hari Islam selain 2 hari raya dan ramadhan tentunya... Buat kami yang di Karachi tentunya hal yang sangat menggembirakan...

Sebenernya bukan moment yang special karena pastinya beberapa dari kami pun merayakan. Yang menjadi special karena dilakukan dalam lingkup masyarakat Indonesia di dalam masjid yang bukan sekedar aula dan "tanpa kerlap kerlip lampu serta ibadah-ibadah bid'ah". Lain hal-nya dengan "beberapa" masyarakat Pakistan yang merayakan seolah bagian dari ibadah.

Keberadaan masjid di KJRI menjadi mengikat "lebih erat" jalinan silahturahmi antar masyarakat Indonesia di Karachi ini. Masjid menjadi sentra kegiatan syiar agama...

Menyemarakan masjid adalah yang menjadi hal utama...

Sayangnya saya hadir telat... ingin hati mengabadikan moment syiar agama (walau hanya melalui camera mobile phone) menjadi lebih luas tidak sekedar masyarakat karachi yang menuai pahala, tapi juga siapapun yang bisa akses internet untuk menambah wawasan ilmu dan Iman... Isra mi'raj tidak dipungkiri dan memang jelas adalah mukjizat Rosulullah, irrespectively tanggal berapa tepatnya... Wallahu'alaam... Namun esensi ilmu dan iman menjadi penting jika tidak dipelihara maka muslim sendiri akan melupakan hal ini...

Terlepas dari boleh atau tidaknya perayaan tersebut. Syiar Islam mengedepankan semua...

Sejenak bersama Bapak Rosalis adenan sebelum saya sholat Isya sangat membuka pikiran saya tentunya setelah langkah beliau yang memakau kami WNI di Karachi dengan mengembalikan rasa yang pernah hilang... "attached to the mosque". Dengan wawasan International dan disiplin yang tinggi, disertai keshalihan sosial juga ketaqwaan yang hanya Allah yang menempatkan derajatnya, beliau menggebrak dengan hal lama namun terlupakan... Nah hal yang lama adalah keilmuan, disiplin, keshalihan dan keimanan yang orang lain jarang jalankan secara bersama-sama. Beliau yang lulusan Amrik, keluarga tentara, dan background berorganisani serta berada dalam jajaran pemimpin masjid... (Saat ngobrol sempet kabur saking amazed-nya ampe bilang inget bapak saya lah wong bapak saya ga pernah ke Amrik, bukan anak kolong, tapi emang Alhamdulillah organisasi dan dalam jajaran pemimpin masjid... )

Ini sepertinya bukti klo bapakku adalah my inspiration... nah Bapak Rosalis Adenan adalah  Pemimpin Inspirasional.

Banyak hal yang harus dipelajari setiap hari, banyak ilmu yang harus dikejar setiap detik, dan banyak orang yang menjadi hebat patut diteladani... tapi jangan pernah lupa semua dikembalikan kepada PemilikNYA yaitu berupa rasa syukur.

Alhamdulillah meski tinggal di Pakistan, tak banyak yang berubah karena sahabat kini menjadi keluarga, sepetak tanah menjadi rumah dan silaturahmi tetap terjalin. Bahkan pepatah negeri pun masih ku bawa... "DIMANA KAKI DI PIJAK DI SITU LANGIT DI JUNJUNG..."  

Thursday, May 26, 2011

Wanita setelah menikah


Wanita dan pria disatukan dalam pernikahan yang diikatkan oleh Allah SWT bukan oleh manusia. Maka aturan dalam berumah tangga haruslah aturan Allah swt. Allah mengatur posisi pria sebagai suami dan wanita sebagai istri. Walau dibelakang pasti ada nafsu yang mengikuti tapi lagi-lagi Allah SWT mengatur bagaimana nafsu-nafsu itu dikendalikan bukan dimatikan

Sedikit terusik oleh comments di sebuah posting-an teman 
krn sebenernya menyiapkan makan itu bukan kewajiban istri, itu kewajiban suami malah istri hanya membantu...
 karena ga mungkin main ceplos aja di wall orang yah mending di blog sendiri...

Aneh rasanya membaca komen tersebut, bahwa istri hanya berlaku sebagai pembantu suami... Bagi saya justru ini merendahkan istri... seenaknya istri dibilang pembantu suami (heheh) lah wong saya itu justru saya  yang di-service suami... Suami dengan penuh kasih sayang keluar rumah demi membawa sayuran untuk diolah oleh sang istri. Nah sebagai tindakan terima kasih maka "MENYAJIKAN MAKANAN" dalam rasa dan aroma yang menggugah selera suami maka itu adalah "KEWAJIBAN".

Tapi kemudian di menit berikutnya terungkap juga bahwa ada orang yang berfikiran "Lho ibunya ngapain aja kok bapaknya yang belanja???" 

Buat informasi di Pakistan, itu hal yang normal loh, Seorang suami pulang dari kantor membawa tentengan bawang merah, tomat, kentang (ini biasa list saya buat suami saya).

Kemudian dalam hati pun saya menggodok kembali makna dalam berumah tangga, makna sebagai wanita, makna sebagai istri... (maaf  saya ga memaknai suami... karena tugas masing-masing memaknai posisi setelah dapat jabatan)

Tidak ada persaingan dalam berumah tangga, siapa yang di atas dan siapa yang dibawah, keduanya memiliki kewajiban untuk saling mendukung. Bahkan kewajiban dalam membantu. Tapi tidak melanggar batas-batas yang telah disyariahkan, namun ada pula pertimbangan darurat

Adalah kewajiban suami memberikan nafkah bagi keluarga. Yang saya pahami dalam ilmu keislaman yang saya terima bahwa tempat terbaik bagi wanita adalah rumah, dan saat wanita keluar rumah maka syetan-2 menghampirinya dari atas-bawah depan belakang.

Jika ada yang berkomentar "loh emang ibunya kemana kok bapaknya yang belanja" harusnya orang tersebut harus berkomentar saat melihat wanita bekerja di luar rumah "Loh kok ibu kerja, kan Mencari nafkah tugas bapak"

Banyak hal yang saya pelajari dari perbedaan kultur Indonesia-Pakistan yang membuat saya belajar banyak  tentang wanita. Sebelumnya kepala saya dicecoki dengan PERSAMAAN HAK antara pria dan wanita, untuk apa sekolah yang tinggi jika hanya masuk dapur, atau sebagai wanita muslimah meski berjilbab harus tampil modis.

Tidak seharusnya menilai syariat Islam sesuai keinginan kita, semisal dalam persamaan hak, si Istri ingin juga bisa keluar rumah seperti berkarir, atau arisan rt demi melawan jenuh di rumah (atau pingin punya duit sendiri). Persamaan dalam berdakwah, si Istri pergi berdakwah tanpa ditemani mahram. Saya pikir harus kembali me-orientasikan wanita pada posisinya (tidak dalam konteks feminism ya).

Tentu Persamaan dalam menuntut ilmu setinggi-tingginya bagi wanita memang bukan harus berakhir di dapur. Tapi ini adalah demi pendidikan anak-anak.

Dalam keluarga saya, kami berguyon pada posisi kami masing-masing... kami ini ibarat pasangan Supir dan Pembantu... Selalu disetiap kesempatan, saat  teman saya sesama Indonesian mengatakan "come to our place" suami saya selalu menjadi "Well, I am just a driver". Suami mengerti benar posisi sebagai suami bahwa tidak layak istrinya keluar sendiri tanpa muhrim... sedang di lain waktu saat ada kaka ipar atau waktu beberes rumah... saya bilang " You have a foreign maid, I am so expensive " (bagi saya amat mahal karena tak bisa di gaji dengan UANG)

Suatu waktu kedua anak saya menawari suami saya potato chips, anak saya bilang "mama gak sharing makanan sama baba". Suami saya menjelaskan, siapa bilang mama ga sharing... "mama and baba always share things, therefor you both are here" lalu saya bilang ke anak saya... "baba berbagi uang ke mama dan mama masak makanan lalu berbagi ke baba"

Inilah yang saya pelajari, bahwa menikah adalah berbagi, berbagi perasaan, berbagi cinta, berbagi waktu, berbagi ilmu.

Terakhir kata, wanita dan pria disatukan dalam pernikahan yang diikatkan oleh Allah SWT bukan oleh manusia. Maka aturan dalam berumah tangga haruslah aturan Allah swt. Allah mengatur posisi pria sebagai suami dan wanita sebagai istri. Walau dibelakang pasti ada nafsu yang mengikuti tapi lagi-lagi Allah SWT mengatur bagaimana nafsu-nafsu itu dikendalikan bukan dimatikan.

Semoga tulisan ini membuka mata kita bahwa sesungguhnya karena cinta Allah lah kita mencintai pasangan kita, berkorban demi dia, dan menjadi jalan kita menggapai RIDHO-NYA

Saturday, January 15, 2011

Compliments and praises!!

I had this idea to write up about compliment, because I felt the side effect to my days ...

Last night I had a chat with an old colleague from where I was working for a Magazine as graphic designer. surprisingly we were only met like once or twice a week in a meeting, but he remember me vividly (or it was recalled by facebook page)... actually all colleagues were like a family member to each other...

I was kind a surprised when I got a compliment as "wanita yang hebat" because I never feel that way. Being a lady of the house with monotonous live, that compliment was flying me high to the seventh sky.

So I think I have to write it up to share with you people how a compliment can boast your energy to start a new day.

A compliment indeed gives strength to personality, bring self esteem and self appreciations. In a life-partner-hood where sometimes days passed just as it is, even when spouses were both felt comforts to each other, or have no issues in communication, a compliment is needed, praising each other and showing gratitude to what spouse have done to us... when you see people was like a damned robot, you can feel that this person need to be praise and to put him/her back again to a normal human being... (it happened to a house wife like me... heheh)

And look at your kids, praise that you give to them when they have done a good thing bring out their confidence, For kids, telling what will they get if they did a good job they will accept it, instead of cursed them and threatened them, praising them and promising a reward make them do your works were done voluntary... (this thing I just started as I promise my self to keep my head cool).

Although compliments and praises needed but it is not so healthy to show off to get compliments and praises... I am 100% sure it won't boast your inner side to glow but it just giving you a headache and make up something new to get it more and more... so lets just give compliments and praises without demanding it, cause it feels more excited when we never expect it.

Saturday, November 29, 2008

From The Past

Somehow...
a person like me couldnt ever really leave this blog... thanks for blogger who provides me a place to share some of my toughts and old good memories... a place where first time i really opened up about the world and understand the meaning of sharing...

Many people has no ears for you, but happily I wrote down what I feel, Many people has no time to listen what I want and here at anytime people can check it whenever they have time even just to read the title.

These few come from the past...
came up just to refresh my good old days... having many people around me.... having good friends, place to share my dreams, gossips, bad days at office, good food at lunch, bad mood, memories of childhood, and some other things...

This one from 7 years back...
She's a very caring person, met her on chat room, she's a person I easly talked with... she's morethan a friend to me even more close than my sister, she's a very helpful person, none can deny it, one phonecall she'll be right on ur nose in a minute. Thx Allah of having her as my friend but sadly she's far now

From 6 years back
He's not exactly come from 6 years back... he was there when wewere a kid, he's my cousin and my neighbor but then he left for good to other city... since then i never met him... one day after many years, on one occasion of his brother's function, we met, and just stared each other, asked each other's name, no one replied. just like in the movie, since then we r on contact...

I just found her last 2 week
I knew her from a friend in same group of my company, she led me to this stage now... she led me to the place i never ever touch its ground. but then i lost her, none can trace her, all her contact details r changed, no sources to find her... finally after all this time, she contact me thru my blog. yes... i found her back...

I share this with u, some from the past... when u dont have time to listen but always have time for browsing and eager to know the world...

I'm part of that world

~~~~~~~~~~
One more thing to share
I've changed since the day I learnt about being muslim... i won't say i am a real muslim but i am trying to be as good as to be a muslim... since then i started to evaluate my days by writing in diary.. i miss that now... good to have blog but still i need to have good one hour of writing... "not for u to read just for me to remember"
~~~~~~~~~~