Showing posts with label KJRI from time to time. Show all posts
Showing posts with label KJRI from time to time. Show all posts

Thursday, June 28, 2012

Sports day - KJRI karachi

Orang Indonesia, Kemana pergi akan selalu membawa rasa nasionalisme yang tinggi, mengibarkan bendera merah putih setinggi-tingginya, melantunkan lagu-lagu patriotisme sekencang-kencangnya, dan berbicara sebebas-bebasnya... berekspresi sesuai asal muasalnya....

Ya, kali ini memang sedang membicarakan warga Indonesia di Karachi. Juni adalah bulan yang selalu kami tunggu WNI di Karachi, meski penuh dengan desakan berita-berita target killing, hartal or whateva di media, serta suhu politik yang tak pernah dingin, moment kemerdekaan 17 Agustus selalu hadir setiap pertengahan tahun. Layaknya WNI di Indonesia yang menyambut kemerdekaan dengan pelbagai pertandingan dan perlombaan anak-anak, di sini pun kami merasakan hal yang sama, TERIMA KASIH untuk KJRI Karachi.
My boy on "tug of war" - cre.foto tante Nia-khi

Hampir sepuluh permainan yang diperlombakan tidak menjadi kurang menarik hanya karena tidak ada kerupuk untuk digigit dalam permainan lomba makan kerupuk tapi tergantikan oleh donut coklat yang lezat, begitu juga tidak kurang seru karena tidak ada panjat pinang tapi tergantikan oleh permainan bowling.

Beginilah rasanya mensyukuri hidup di perantauan, bukannya mencari-cari yang tidak ada tapi menggantikannya dengan sesuatu supaya hidup menjadi lebih terasa ringan. Intinya mari menikmati hidup meski di rantauan. Bersyukur atas apa yang ada!!!

BRAVO WNI di Karachi

Saturday, July 2, 2011

Perayaan Isra Miraj di KJRI Karachi

What a lovely night I had...

Meskipun datang telat tapi menikmati silaturahmi begitu menyentuh. Kali ini momentnya adalah Perayaan Isra Mi'raj di KJRI Karachi... Ini  kali pertama saya menghadiri perayaan hari Islam selain 2 hari raya dan ramadhan tentunya... Buat kami yang di Karachi tentunya hal yang sangat menggembirakan...

Sebenernya bukan moment yang special karena pastinya beberapa dari kami pun merayakan. Yang menjadi special karena dilakukan dalam lingkup masyarakat Indonesia di dalam masjid yang bukan sekedar aula dan "tanpa kerlap kerlip lampu serta ibadah-ibadah bid'ah". Lain hal-nya dengan "beberapa" masyarakat Pakistan yang merayakan seolah bagian dari ibadah.

Keberadaan masjid di KJRI menjadi mengikat "lebih erat" jalinan silahturahmi antar masyarakat Indonesia di Karachi ini. Masjid menjadi sentra kegiatan syiar agama...

Menyemarakan masjid adalah yang menjadi hal utama...

Sayangnya saya hadir telat... ingin hati mengabadikan moment syiar agama (walau hanya melalui camera mobile phone) menjadi lebih luas tidak sekedar masyarakat karachi yang menuai pahala, tapi juga siapapun yang bisa akses internet untuk menambah wawasan ilmu dan Iman... Isra mi'raj tidak dipungkiri dan memang jelas adalah mukjizat Rosulullah, irrespectively tanggal berapa tepatnya... Wallahu'alaam... Namun esensi ilmu dan iman menjadi penting jika tidak dipelihara maka muslim sendiri akan melupakan hal ini...

Terlepas dari boleh atau tidaknya perayaan tersebut. Syiar Islam mengedepankan semua...

Sejenak bersama Bapak Rosalis adenan sebelum saya sholat Isya sangat membuka pikiran saya tentunya setelah langkah beliau yang memakau kami WNI di Karachi dengan mengembalikan rasa yang pernah hilang... "attached to the mosque". Dengan wawasan International dan disiplin yang tinggi, disertai keshalihan sosial juga ketaqwaan yang hanya Allah yang menempatkan derajatnya, beliau menggebrak dengan hal lama namun terlupakan... Nah hal yang lama adalah keilmuan, disiplin, keshalihan dan keimanan yang orang lain jarang jalankan secara bersama-sama. Beliau yang lulusan Amrik, keluarga tentara, dan background berorganisani serta berada dalam jajaran pemimpin masjid... (Saat ngobrol sempet kabur saking amazed-nya ampe bilang inget bapak saya lah wong bapak saya ga pernah ke Amrik, bukan anak kolong, tapi emang Alhamdulillah organisasi dan dalam jajaran pemimpin masjid... )

Ini sepertinya bukti klo bapakku adalah my inspiration... nah Bapak Rosalis Adenan adalah  Pemimpin Inspirasional.

Banyak hal yang harus dipelajari setiap hari, banyak ilmu yang harus dikejar setiap detik, dan banyak orang yang menjadi hebat patut diteladani... tapi jangan pernah lupa semua dikembalikan kepada PemilikNYA yaitu berupa rasa syukur.

Alhamdulillah meski tinggal di Pakistan, tak banyak yang berubah karena sahabat kini menjadi keluarga, sepetak tanah menjadi rumah dan silaturahmi tetap terjalin. Bahkan pepatah negeri pun masih ku bawa... "DIMANA KAKI DI PIJAK DI SITU LANGIT DI JUNJUNG..."  

Thursday, November 18, 2010

We Have A New Proper Masjid

Just 2 weeks back, I visited Counsel General Republic of Indonesia of Karachi and I was so disappointed to found the praying area was used for Dharmawanita monthly meeting and the meeting area became so narrow, it was a grief for me. I was thinking what do we have now since we don't have a place where our heart attached. I felt I'm no longer with my society, and I just wanted to get lost as soon as my things are done.

This Eid ul adha festivities at CGRI (KJRI) brought me to different angle 180 degree from the previous weeks. I was amazed, happy and proud. My daughter brought me into the inside building, which I don't want to see it again.

Though I went there early before she brought me in. Amazingly Allah tried to show me through my daughter at Dzuhur time, MashaAllah I found something was never expected before. Yes, we have a big proper masjid in our CGRI Building. I wish that I could spend more time there, (*sambil doa, semoga bisa pindah rumah deket KJRI klopun ga bisa keluar dari pakistan...AMIIIN*)

Personally speaking, I'm thanking Allah of sending us a person with pure heart, brilliant, and down to earth, like bapak Rossalis R.Adenan, to the country where many youth from Indonesia studied religion, May Allah protect him and His family whenever and wherever.

_________________

Akhlak ialah bunga diri, dapat dilihat oleh mata, dapat dirasa oleh hati, semua orang jatuh hati

Siapa yang berakhlak tinggi kemana pergi orang suka, Ia dihormati, dan diteladani...
_________________


Friday, September 3, 2010

Just had a good time at consulate

Being far from "tanah air beta", consulate is the most nicest place to visit especially during ramadhan, not only for food but more than that; to meet people, talk in my language full of expressions, care free, and no burdens on kids, everyone is one family, they take care of
one other.

at most of the time, kids just running here and there, ladies sitting and talking, consulars and staffers sat at one table; and Urdu round table belongs to those married to Indonesians ... for us the most peaceful and the safest place in Karachi is our Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Life here is so confusing, no guarantee even in Ramadhan that our lives will be saved, just these few days, beginning of last ten days of ramadhan, there were so many people killed by bomb blasts.

One thing that every person couldn't think of, how come this holy month people still killing each other where the other places are still suffering from the devastating floods, no food, no clothes and no certain hope for the next day.

What happened with these people, I shouldn't say this, but they more evil than the devil itself, we all know, the whole month of ramadhan Allah ta'ala has tight up all the satans. and these people has replaced the satans...

what could be done with it now, all I can do is praying to Allah ta'ala to give hidayah to all of us...